“Rafting is a human activity capable of achieving a result requiring physical skill using paddle power in soft and hard crafts and conducted on running rivers which, by its nature and organisation, is competitive and is generally accepted as being a sport”- IRF –
Kegiatan arung jeram sudah dikenal masyarakat Indoneia sejak dekade 70-an dan sempat dianggap sebagai kegiatan beresiko tinggi karena pernah menewaskan beberapa penggiatnya. Namun sejak periode 90-an, arung jeram berkembang menjadi kegiatan komersil dan sebagai rekreasi alternatif untuk keluarga.
Beberapa lokasi telah dikembangkan untuk tujuan tersebut, berikut diantaranya :
Sungai Wampu (Class II – III)
Sungai Wampu merupakan sungai paling populer untuk arung jeram di provinsi Sumatra Utara. Sungai ini melintasi dua kabupaten, yaitu Karo dan Langkat sepanjang lebih dari 140 kilometer. Hulunya berada pada dataran tinggi Karo dan bermuara di kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading, Langkat Timur Laut.Pada kawasan tertentu masyarakat memberi nama yang berbeda-beda untuk Sungai Wampu. Masyarakat di Karo menyebutnya Lau Biang, lalu ada yang menyebut Lau Tuala. Sedangkan untuk bagian hilir di Langkat dinamakan Wampu. Agak ke bagian muara, masyarakat menyebutnya dengan Ranto Panjang. Rute utama untuk berarung jeram biasanya dimulai dari desa Kaperas di Marike sampai dengan jembatan Bahorok di Kab. Langkat. Jarak tempuh kurang lebih sepanjang 22 km, waktu tempuh normal 4-5 jam. Rute pengarungan yang lebih panjang dapat dimulai dari desa Rih Tengah, kab. Karo. Hanya saja perjalanan menuju ke desa ini cukup sulit, disamping harus melewati jalur off road selama 3 jam, lalu dilanjutkan dengan trekking selama 3 jam. Tetapi jangan khawatir karena anda akan disuguhi pemandangan yang indah di titik awal pengarungan.
Sungai Alas (Class III – IV)
Sungai ini terletak di dalam TN Gunung Leuser dan mengalir ke arah Aceh Selatan. Sungai ini termasuk sungai yang selalu diimpikan untuk diarungi oleh penggiat arung jeram. Tingkat kesulitan jeram-jeramnya antara III – IV. Ada beberapa trip yang bisa dipilih. Untuk perjalanan satu hari pengarungan dapat dimulai dari Serkil ke Ketambe atau Natam dekat Kutacane. Jika memang tertarik untuk trip panjang, pangarungan dapat dimulai dari Ketambe ke Gelombang, Aceh Selatan. Jalur ini adalah jalur ekspedisi yang cukup menegangkan sekaligus mengasyikkan, karena melintas hutan tropis selama tiga hari penuh. Di titik-titik perhentian telah disediakan fasilitas pondok-pondok wisata yang dapat digunakan untuk bermalam.
Sungai Tripa (Class III – IV)
Sungai ini juga terdapat di TN Gunung Leuser. Titik awal pengarungan dimulai dari desa Pasir dan berakhir di desa Tongra, Terangun Aceh Tenggara. Muara sungai Tripa berada di Aceh Barat dan mengalir ke Samudera Hindia. Untuk mencapai desa Pasir dapat melalui Blangkejeren melalui jalan-jalan berlumpur.
Sungai Asahan (Class III – V)
Sungai ini mengalir dari mulut Danau Toba melewati Kab. Asahan dan berakhir di Teluk Nibung, Selat Malaka. Jeram sungai asahan terkenal liar dan deras. Topografi daerah ini bergelombang membuat jeram-jeram di sungai asahan ini menjadi sangat variatif, berombak tinggi, dan panjang. Titik awal dapat dimulai dari Sampuran Harimau yang terletak di desa Tangga di Kab. Asahan dan titik akhirnya di desa Bandar Pulau. Jeram terbesar dan terganas adalah rabbit hole yang mempunyai grade V.
Sungai Batang Toru (Class III – IV)
Sungai Batang Toru terletak di wilayah Tapanuli Selatan berhulu di Danau Toba. Mengalir ke arah Barat daya dan bermuara di Samudera Hindia. Sungai ini dikenal juga dengan nama Aek Sigeon oleh orang-orang Tarutung sampai ke hulu, sedang orang di sekitar Batang Toru ini menyebutnya dengan nama Aek Sarula. Panjang sungai sekitar 125 km.
Way Semangka (Class II – III)
Way Semangka terletak di pingir perbatasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung. Lintasan yang asyik untuk diarungi adalah sepanjang 23 km dengan waktu tempuh antara 5 s/d 7 jam. Pemandangan di sisi sungai sangat menarik terutama di separuh sungai bagian atas. Start dimulai dari desa Tugu Ratu dan finish di Dam Talang Asahan. Untuk mencapai tempat start di Tugu Ratu memakan waktu sekitar 5-6 jam dari Tanjung Karang.
Sungai Citarik (Class III)
Sungai ini cukup terkenal di antara para penggemar pengarung jeram. Kondisi airnya cukup jernih dan relatif stabil sepanjang tahun. Lintasan yang cukup asyik untuk diarungi sepanjang 17 km. Start dapat dimulai dari Parakan Telu desa Cigelong atau dari Pajagan, desa Cigelong. Sedang finish di desa Citangkolo, Cikidang atau di desa Cikadu, Pelabuhan Ratu. Total pengarungan sekitar 4 jam. Namun pada umumnya pengarungan dimulai dari Pajagan dan berakhir di desa Cikadu.
Sungai Cicatih (Class III – IV)
Terletak di Kab. Sukabumi, sungai cukup lebar antara 25 s/d 100 meter. Entry point pertama adalah dari Dam PLTA Ubruk, sedang entry point ke dua dari desa Bojongkerta. Sedang finish di jembatan gantung Leuwilalai. Lama pengarungan dari DAM Ubruk sekitar 3 jam, sedangkan jika mulai dari Bojongkerta lama pengarungan sekitar 2 jam. Jeram terrbesar adalah jeram gigi dengan tingkat kesulitan Class IV.
Sungai Cimandiri (Class III)
Terletak di daerah Sukabumi Jawa barat. Sungai yang berhulu di Gunung Gede Pangrango ini merentang sepanjang 8,6 km. Biasanya, jalur pengarungan yang ditempuh adalah antara jembatan Padabeunghar dan jembatan desa Cilalai, titik yang sama untuk mengakhiri pengarungan di Sungai Cicatih.
Sungai Cikandang (Class III – IV+)
Air sungai Cikandang berasal dari Gunung Cikuray dan Papandayan yang bermuara di Samudra Hindia (laut selatan), terletak di wilayah selatan kabupaten Garut. Sungai ini masih sangat asri dan jauh dari polusi karena jauh dari daerah permukiman. Air sungai Cikandang relatif stabil baik dimusim kemarau ataupun musim hujan. Lebar sungai bervariasi antara 50 meter – 300 meter. Titik awal pengarungan dapat dimulai dari kampung Sindang Ratu, Pakenjeng dan berakhir di pesisir pantai selatan di desa Cijayana. Lama pengarungan sekitar 4 – 5 jam, jarak tempuh sekitar 20 km. Jeram dengan tingkat kesulitan IV+ adalah Jeram Bangkai, Jeram Sobek, Jeram Erlan Hole, Jeram Tepung, Jeram Batu Nunggul, Jeram Panjang, Jeram Anis, Jeram Parakan Lubang dan Jeram Goodbye.
Sungai Cimanuk (Class III – IV+)
Hulu sungai Cimanuk berasal dari Gunung Papandayan, melintasi 4 Kabupaten, yaitu Garut, Sumedang, Majalengka dan Cirebon. Sungai ini bermuara di laut Jawa dengan beberapa pilihan lokasi dan lama pengarungan. Beberapa entry point untuk pengarungan sungai ini antara lain: Jager – Leuwi Goong, Leuwi Goong – Sasak Besi, Sasak Besi – Limbangan, namun ada pula yang berakhir sampai ke Wado (kab. Majalengka) dengan lama pengarungan mencapai 3 Hari.
Sungai Cipeles (Class II – III)
Terletak di Kab. Sumedang dan merupakan sungai yang baru untuk kegiatan arung jeram. Panjang lintasan yang biasa diarungi sejauh 10 Km dengan lama pengarungan 2 jam. Lokasi entry point sungai ini adalah Rumah Makan Sari Bumi dan finish di Bendungan Sentig.
Sungai Cikaso (Class III – IV)
Hulu sungai Cikaso berada di daerah pegunungan di Sukabumi utara. Sedang muara sungai ini berada di pantai selatan di daerah Kecamatan Surade, Sukabumi Selatan. Panjang sungai yang sudah diarungi baru sekitar 24 km. Sungai ini mempunyai daya tarik tersendiri, karena di sepanjang aliran sungai banyak ditemui air terjun yang meluncur dari tebing-tebing sungai yang ditumbuhi lumut-lumut hijau. Lebar sungai Cikaso bervariasi antara 50 – 100 meter. Di jeram Sarongge yang terletak di kampung Cimampar, Cangkuang aliran sungai menyempit di antara tebing-tebing terjal, bahkan di salah satu bagian aliran sungai tertutup runtuhan batu breksi, sehingga tak dapat diarungi. Entry point dimulai dari jembatan Bojong Kecamatan Kalibunder dan finish di jembatan Cikaso kecamatan Tegal Buleud.
Sungai Palayangan (Class III – IV)
Air sungai Palayangan berasal dari Situ Cileunca yang terletak di Pangalengan, Kabupaten Bandung yang terkenal dengan kesejukannya. Sungai Palayangan memiliki gradien tinggi dengan arus yang cukup deras. Sungai ini dapat diarungi sepanjang tahun. Lebar sungai antara 5-10 meter dengan kelokkan tajam dan beberapa drop menyertainya. Jeram dengan tingkat kesulitan tertinggi adalah jeram blender yaitu berupa drop setinggi 2 meter, sedang jeram yang paling menarik adalah jeram Kecapi. Airnya dingin, jernih dan bersih. Panjang lintasan sungai yang dapat diarungi adalah 5 km dengan lama pengarungan 1-2 jam.
Sungai Cianten (Class II – III)
Terletak di Kabupaten Bogor. Hulu sungai berasal dari hutan-hutan di kawasan Taman Nasional Halimun. Sungai Cianten merupakan anak sungai Cisadane. Aliran air sungai cukup stabil, karena di atas lokasi start Batu Beulah merupakan DAM yang berfungsi untuk PLTA. Kelas kesulitan dapat meningkat saat tinggi muka air naik. Panjang sungai yang dapat diarungi saat tinggi muka air bagus sekitar 13 km sampai di titik pertemuan dengan sungai Cisadane. Pada umumnya start dimulai dari Batu Beulah dan berakhir di Jembatan Leuwiliang.
Sungai Cisadane (Class II – III)
Bagi pemula, sungai Cisadane merupakan pilihan yang tepat untuk berarung jeram. Letaknya tak jauh dari kota Bogor. Aliran air berasal dari dari kawasan hutan-hutan di Gunung Salak. Panjang sungai yang biasa diarungi adalah sepanjang 9 km dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Titik awal dimulai dari jembatan Ciampea dan berakhir di kampung Pasir, sekitar satu jam pengarungan dari titik pertemuan sungai Cianten – Cisadane.
Sungai Progo (Class II – V)
Hulu sungai Progo berada di lembah diantara dua gunung, Sindoro dan Sumbing. Mengalir ke arah selatan, membelah dua propinsi, Jawa Tengah dan Yogyakarta. Arusnya cukup deras dan sangat fluktuatif terutama pada musim hujan. Entry point dapat dilakukan dari beberapa tempat. Titik pertama adalah dari Taman Kyai Langgeng di Kota Magelang, titik kedua Jembatan Tempuran Kabupaten Magelang, titik ke tiga jembatan Borobudur, Mendut, titik ke empat jembatan Klangon. Titik akhir biasanya sampai di DAM Ancol, Kabupaten Sleman. Jarak total etape Kyai Langgeng, Magelang ke DAM Ancol, Yogyakarta sekitar 40 km. Etape paling menantang adalah antara jembatan Klangon dan DAM Ancol dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Setiap pengarung jeram harus waspada dengan hujan yang cukup deras, karena ketinggian air dapat secara tiba-tiba naik dan mengakibatkan banjir bandang.
Sungai Elo (Class II – III)
Sungai Elo terletak di Kabupaten Magelang dekat dengan Candi Mendut dan Candi Borobudur kira-kira 35 menit dari Jogjakarta. merupakan Anak sungai Progo yang berhulu di lereng barat gunung Merbabu. Airnya lebih jernih dibanding sungai Progo. Pemandangan di sisi kanan kiri sungai masih asri dan menarik. Pengarungan dimulai dari Jembatan Blondo, Magelang, dan berakhir di Mendut, atau di sekitar titik pertemuan antara Progo dan Elo. Lama pengarungan sekitar 2,5 jam dan jarak tempuh 8 km.
Sungai Serayu (Class III – IV)
Sungai Serayu terletak di Kabupaten Wonosobo – Banjarnegara, Jawa Tengah kira-kira 2,5 jam perjalanan dari Jogjakarta dengan melewati lereng Gunung Sindoro-Sumbing yang menyajikan kesejukan dan panorama alam pengunungan. Panjang sungai yang biasa diarungi lebih dari 25 km dengan lama pengarungan 4 – 5 jam. Start awal dapat dimulai dari beberapa titik antara lain adalah dari jembatan di desa Blimbing, dan desa Tunggoro (Kab. Wonosobo), serta desa Prigi (Kab.)Banjarnegara, sedang finish berada di desa Singomerto (Kab. Banjarnegara).
Sungai Pekalen (Class III – IV)
Terletak di Kab. Probolinggo – Jawa Timur, Sungai Pekalen atau biasa disebut Kali Pekalen Sampean bersumber dari gunung Gunung Argopuro (3.088 m). Sungai ini disebut-sebut sebagai sungai terbaik untuk kegiatan arung jeram di Jawa Timur. Kali Pekalen bersumber di tiga tempat, Sumberduren dan Ranusegaran, dan sumber di tapal batas Guyangan-Watupanjang. “Batang air” dari Sumberduren dari Gunung Malang (1.221 m) dan Ranusegaran itu kemudian bertemu di Desa Jangkang, Kec. Tiris. Air dari kedua sumber inilah yang kemudian membentuk kali Pekalen Tiris-Condong yang menjadi “jalan tol” arung jeram. Sedang sumber ketiga, di tapal batas Guyangan-Watupanjang, Kec. Krucil baru bertemu dengan hilir kali Pekalen di Desa Brani Wetan, Kec. Maron. Dari sini kemudian kali Pekalen mengalir ke utara dan bermuara di Desa Penambangan, Kec. Kraksaan. Dari sekitar 50 km panjang batang air di Kali Pekalen, sekitar 25 km (Tiris-Condong), berdasarkan survei, bisa dimanfaatkan untuk arung jeram. Jarak tempuh masih bisa diperpanjang lagi menjadi 40 km, sehingga bisa mendarat persis di dekat kantor Pembantu Bupati di Gading.
Sungai Brantas (Class II – III)
Sungai Brantas cukup menarik untuk penggemar arung jeram. Jeram yang terkenal disungai ini adalah jeram Suud. Titik awal pengarungan biasanya dimulai dari Gang Sembilan Gadang sampai ke daerah DAM Blobo atau daerah Karang Duren, Malang. Pengarungan memakan waktu sekitar 3 jam.
Sungai Telaga Waja (Class II-IV)
Telaga Waja adalah sungai yang terletak di Desa Rendang, Kecamatan Rendang. Sungai ini sangat bagus untuk kegiatan arung jeram. Airnya jernih dan banyak lekuk dengan bebatuan besar sepanjang aliran sungai. Kegiatan arung jeram ini akan menguji nyali Anda untuk menaklukan tantangan alam ini.Pemandangan sepanjang sisi sungai sangat mengagumkan dengan udaranya yang sejuk. Bagi mereka yang ingin mencoba tantangan arung jeram Telaga Waja akan menghadapi tingkat II dan tingkat III, juga bersebelahan dengan tingkat IV. Di tengah perjalanan, Anda akan menyaksikan air terjun yang mengagumkan.Telaga Waja merupakan sungai yang memiliki aliran air yang tetap kontras dengan sungai Ayung yang dalam dan “tajam”. Ekspedisi Telaga Waja dimulai dari lembah terbuka Desa Rendang sementara titik akhirnya di Desa Muncan. Pada titik akhir Anda bisa mandi untuk membersihkan badan. Selanjutnya Anda dapat menikmati makanan sambil menyaksikan pemandangan Bali yang mengagumkan dari restoran.
Sungai Maiting (Class III – IV)
Terletak didaerah Makale, Sulawesi selatan. Titik entry point berada di desa Dende Ma’dong. Jeram pertama yang akan kita temui adalah jeram ‘Sella’. Tingginya sekitar dua meter dan jatuh dengan kemiringan 90 derajat. Dengan alur sempit dan terapit batu besar di kiri dan tebing terjal di kanan perahu. Sepanjang perjalanan juga terlihat banyak binatang jenis biawak yang mirip Iguana merayap di batuan pinggir sungai. Binatang melata ini sanggup melompat ke dalam air dan menyelam berlama-lama di dalamnya. Uniknya ia mampu berlari di atas permukaan air sampai sejauh 20 meter ke depannya. Selain iguana juga banyak satwa yang lain, aneka jenis burung, kupu-kupu dan ular.Sungai ini memiliki dasar yang berpasir putih serta tebing-tebing menjulang di kiri-kanan. Di beberapa bagian tebing banyak air terjun berhamburan bak pancuran raksasa.
Sungai Sadang (Class III – V)
Sungai terbesar di Sulawesi Selatan, melintasi Tana Toraja dengan panjang mencapai 182 km ke arah barat. Sungai Sadang memiliki lebar rata-rata 80 meter dan mempunyai 294 anak sungai. Pengarungan di sungai ini dilakukan dari daerah Buakayu dengan lama pengarungan 2 hari. Untuk menuju ke sana dapat dilakukan dengan mengendarai jip dari Rantepao selama 3,5 jam. Jeram ‘Puru’ sejauh dua kilometer berupa jeram class III akan menghadang di permulaan pengarungan. Bagian atas jeram ‘Puru’ lebih dahsyat lagi. jeram-jeram tersebut pernah ‘memakan’ korban mahasiswa-mahasiswa kota Malang yang pernah melakukan perjalanan ekspedisi di sana. Selanjutnya ada jeram bernama ‘Pembuangan Seba’ class IV dengan penampang pinggir sungai yang terkadang lebar dan tiba-tiba menyempit dengan cepat. Jeram dengan tingkat kesulitan V adalah jeram ‘Fitri’, berupa patahan dan arus sungai yang menabrak batu besar membuat selalu ada kemungkinan perahu menempel di batu dan terjebak di antaranya. Setelah beristirahat semalam di rumah panggung yang biasa disebut ‘lantang’ di pinggir sungai yang berpasir putih, pengarungan dilanjutkan melewati jeram-jeram class III – IV. Exit point sungai Sadang adalah jembatan ‘Papi’.
Sungai Bongka (Class III – V)
Sungai terbesar di Sulawesi Utara dengan panjang mencapai 126 km, dan mempunyai 199 anak sungai. Belum ada data lengkap tentang kegiatan arung jeram di sungai ini.
Sungai Lariang (Class III – V)Sungai paling besar di Sulawesi dengan panjang mencapai 255 km dan memiliki 637 anak sungai. Luasnya mencapai 7.152 km persegi. Hingga saat ini masih dapat dihitung dengan jari, rombongan tim arung jeram yang pernah mencicipi nikmatnya jeram di sana.
*. Sumber : Bongky,Boogie, Sinar Harapan Online, Jogja Adventure dan berbagai tulisan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s